• 24-May-2018

Indonesia Lampau Target Raih 3 Medali Emas

  • Sabtu, 21 April 2018 10:04 | Penulis: Bert Toar Polii
Dari kiri ke kanan : Stevanus Endras Wijayanto, Hendrik Febrianto, Restu Narendra, Ekawahyu Kasih (Ketua Umum GABSI) dan Shahbana Satriawan

Indonesia berhasil mencapai target yang ditetapkan di 22th Asia Bridge Youth Championship yang berlangsung di Wisma Kinasih, Bogor pada tanggal 13-20 April 2018. Tim Indonesia berhasil merai 2 medali emas melalui Universitas Airlangga yang berhasil mengalahkan Chinese Taipei di babak final. Perjuangan mereka patut diacungi jempol karena berhasil mengejar ketinggalan di papan-papan terakhir. Tim yang diperkuat  Yosep Hutasoit, Shahbana Satriawan, Hendrik Febrianto, Stevanus Endras Wijayanto dan Restu Narendra berhasil meraih medali emas di nomor junior U-26 dengan mengalahkan dua regu tangguh yang merajai babak penyisihan China Hongkong dan Chinese Taipei. China Hongkong berhak atas medali perak dan Chinese Taipei dan Djarum meraih medali perunggu.

Di kelompok Youngster U-21, China meraih medali emas setelah mengalahkan Palapa Indonesia di final. Indonesia meraih medali perak. Medali perunggu diraih Chinese Taipei dan Thailand. Di Girls U-26 keluar sebagai juara Thailand disusul China 1 dan medali perunggu diraih Riau Indonesia dan China 2.Di nomor Young Girls U-21 dimenangkan oleh Chinesse Taipei disusul Djarum Indonesia dan medali perunggu diraih Ungaran Indonesia.

Hasil Pasangan :

1. M Wisolus S - M Setyo Santoso Jember
2. Matthew Smith - James Thompson Australia
3. M Hasyimi - Ali Akbar Djarum.
4.Fransesca McGrath-Renee Cooper  Australia.

Indonesia raih 3 medali emas, 3 medali perak dan 5 medali perunggu. Disusul China dan Chinese Taipei yg meraih masing-masing 1 emas, 1 perak dan 1 perunggu. Selanjutnya Indonesia akan mengikuti Kejuaraan Dunia di China pada bulan Agustus di nomor Junior U-26 dan Girls U-26. Medali emas terakhir diraih dr Swiss Pairs oleh Dian Kartika Siwi-Erika Putri Widyastuti dr Djarum disusul Ainul Khorimah-Dewi Anggraeni dr Jember kemudian Kritsakron-Parit dr Thailand dan M Rizki Hanafiansah-M Bisma Veda.