• 21-Jan-2018

Tahun 2017 SEABF Milik Indonesia

  • Senin, 11 Desember 2017 18:12 | Penulis: Bert Toar Polii
Indonesia Red Juarai Kategori Open Team

Rekor baru dicatat bridge Indonesia setelah berhasil menyapu bersih semua event di 2nd SEABF Championship yang berlangsung di Hotel The Margo Depok pada tanggal 6-12 Desember 2017. Sejak penyelenggaraan pertama kali tahun 1979 baru sekali ini ada satu negara yang mampu meraih semua medali emas yang dipertandingkan.
Ini merupakan sukses besar yang sangat membanggakan. Namun ini juga memberikan dampak yang membuat masyarakat pencinta olahraga ini mengharapkan hal ini bisa terulang kembali di Asian Games 2018.

Semoga bridge Indonesia tidak terlena dengan prestasi ini, tapi menjadikan tonggak untuk siap bekerja keras demi merah putih bekibar di Asian Games 2018 nanti.
Tadi malam event ini telah ditutup secara resmi oleh Presiden South East Asia Bridge Federation, M Bambang Hartono yang selain mengucapkan selamat kepada para pemenang, juga kepada Panitia Pelaksana, seluruh staff pertandingan dan Hotel The Margo serta para sponsor yang membuat turnamen 2nd SEABF Championship bisa terlaksana dengan baik.

2nd SEABF Championship mempertandingkan 7 event, yaitu Open Pairs, Mixed Team, Open Team, Ladies Team, Senior Team, Youth Team dan Consolation Team.
Parade Juara.

Open Pairs 
Medali Emas : Eddy Supriyanto/Edwin Adriyanto.
Medali Perak : Tharischalatorn/Terasak J (Thailand)
Medali Perunggu : Youbert Sumarauw/Ronny Eltanto dan Terje Lie/Paul Hacett (Norwegia/Inggris)

Mixed Team 
Medali Emas : Indonesia Mixed Red (Lusje Bojoh, Joice Tueje, Vita Lasut, Taufik Asbi, Robert Tobing dan Bill Mondigir)
Medali Perak : ICBA Mixed 1 (Roro Joffani TD, Rahma Saumi, Andy Pramana dan Restu Narendra) 
Medali Perunggu  : Pertamina (Suci Amita Dewi, Kristina Wahyu Murniati, Beni J Ibradi, Noldy George dan David P Hutahaean) & Indonesia Mixed White (Tracy Polii, Waya Langkay, Syarifah Nina Tirta Ayu, Parlin Sinaga, Vicky Manoppo dan Elwindra Adha)

Ladies Team 
Medali Emas : Pertamina Ladies (Suci Amita Dewi, Elita Sofyan, Kristina Wahyu Murniati dan Fajri Yetti.
Medali Perak : OKRA Singapura (Lam Zeying, Lian Sui Sim, Low Siok Hui dan Gema Tan)
Medali Perunggu : Indonesia Red Ladies (Fera Damayanti, Ririen Riantini, Monica A Triana, Fransisca T Martanti, Ernis Sevita dan Yunita Fytry) & Indonesia White Ladies (Nur Ainia, Winda Purba, Fortina Mora Sibuea, Elsya S Ningtyas, Nunung Try Y, Nettin E)

Senior Team 
Medali Emas : West Java Plus (Harsudi Supandi, WD Karamoy, Liliek Sudirahardjo, Budihardo, Paulus Halim dan Uba Sobari)
Medali Perak : Indonesia Red (Bert Toar Polii, Tanudjan Sugiarto, Perry Sardjono, Rustam Effendy, Kikik Hikmat dan Ilham Abdullah)
Medali Perunggu : Magic Eyes (Khunying C E S, Somchai Baisamut, Vallapa S, Virat Chinmanas, Daniel Windsor dan Chayawat Pisessith) & Indonesia White (Handojo Susanto, Julius Kasenda, Krismatha Gani, Yongen Maury dan Freddy Lumenta)

Youth Team
Medali Emas : Indonesia White (Ego Agnes Aditya, Galang Satrio, Henky Kurniawan dan Aditya Gunadi)
Medali Perak : Indonesia Red (Vila Rosa, Yessi Grasella, Andy Pramana, Restu Narendra, Ali Akbar dan Mohamad Hasyimi)
Medali Perunggu : Gunadarma (Peggy Anjasmara,  Atika Ramadhanty, Eliza Indriani, Gabriella W, Vichenzo S Nelwan dan Raihan) & Indonesia White (Dimas W Bhakti, Zulfikar A P, Elga Pinka dan Healtho B Argario)

Consolation Swiss Team
Medali Emas : Indonesia Mixed White (Tracy Polii, Waya Langkay, Syarifah Nina Tirta Ayu, Parlin Sinaga, Vicky Manoppo dan Elwindra Adha)
Medali Perak : Sommai Thailand
Medali Perunggu :  Naughty But Nice Inggeris (Paul Hackett, Terje Lie, Baard Olav Aasan dan Dirk Shek) & Indonesia White (Robby Lempoy, Denny Palar, Ari Maramis dan Berlin)

Open Team
Medali Emas : Indonesia Red (Henky Lasut, Franky Karwur, Stefanus Supeno, Leslie Gontha, Jemmy Bojoh dan Paulus Sugandi)
Medali Perak : Indonesia Mixed (Red dengan para pemain Lusje Bojoh, Joice Tueje, Vita Lasut, Taufik Asbi, Robert Tobing dan Bill Mondigir)
Medali Perunggu : Indonesia Super Mixed Red (Bambang Hartono, Apin Nurhalim, Conny Sumampouw, Rury Andhani, Agus Kustrijanto dan Santoso Sie) & West Java (Parpar Priatna  Adjat Sudrajat, Johan Mamesah,  Dadan Waradia, Dede Mulyadi, Komarudin)