Press Release
23/07/2011
INDONESIA LOLOS KE VENICE CUP DENGAN MUDAH Bag 1Indonesia dengan mudah lolos mewakili zone VI ketika pada babak play-off pertama di The 48th Asia Pacific Bridge Federation Championships secara telak mengalahkan lawannya Jepang. Hanya perlu memainkan 3 segmen dari rencana 4 segmen, Jepang memilih lempar handuk dan tidak memainkan segmen 4 karena perbedaan angka yang sudah sangat mencolok. Semuanya terlihat begitu mudah apalagi setelah Indonesia mampu meraih peringkat dua atau mendulang medali perak sebelumnya dengan selisih 63 VP dengan peringkat tiga Jepang.Namun, sejujurnya pencapaian prestasi ini tidak semudah itu. Pada awal pertandingan tim putri Indonesia juga sempat tertatitih-tatih dan bahkan sempat kalah dari tim lemah Malaysia. Permainan tim malah baru berkembang setelah kekalahan telak 5-25 VP dari China pada session ke 8 round robbin pertama. Mulai session ke 9 sampai dengan session ke 11 round robbin pertama dilanjutkan session 1 hingga session 8 round robbin kedua. Indonesia bermain menakjubkan tanpa pernah mengalami kekalahan selama 12 session berturut-turut. Angka yang dicapaipun termasuk fantastis, 324 VP atau rata-rata hampir 23 VP per session.Pada saat Indonesia berhasil memperkecil selisih angka dengan juara satu China dari ketinggalan sekitar 50an VP menjadi tinggal 28 VP. Melihat hasil ini, siapapun pasti berharap Indonesia harus bertarung mati-matian untuk menggungguli China. Sayapun sebagai Non Playing Captain awalnya berpikir demikian. Tapi setelah saya kaji lebih dalam lagi,keinginan untuk melewati China rasanya sulit untuk dicapai.Ada beberapa alasan yang mendasari pemikiran saya ini, pertama mereka adalah juara dunia dan selama turnamen hanya pernah kalah dua kali dan tertinggi 10-20 VP, kedua tinggal tersisa 4 session dan salah satunya harus berhadapan dengan mereka dan yang terakhir secara hitungan matematis hanya keajaiban yang bisa menolong kita mengejar perbedaan angka 28 VP dalam 4 session. Kenapa, untuk mengejar ketinggalan berarti kita harus menang lumayan besar dari mereka sekaligus berharap tim-tim lainnya akan menahan laju tim China.Akhirnya saya memutuskan, karena target mempertahankan peringkat dua yang dicapai pada Piala Asia 2010 di Ning Bo, China sudah tercapai maka perlu prioritas menggapai target kedua lolos mewakili Zone VI untuk bertanding di Kejuaraan Dunia memperebutkan Venice Cup di Veldhoven, Belanda pada tanggal 15-29 Oktober 2011. Untuk mencapai target ini maka ketiga pasangan ini harus dirotasi sehingga semua pasangan mendapat istirahat yang cukup. Berdasarkan strategi ini maka pada session ke 9 melawan Korea pasangan Kristina Wahyu Murniati/Suci Amita Dewi mendapat giliran istirahat kemudian ketika melawan China giliran Lusje Bojoh/Joice Tueje yang istirahat dan terakhir melawan Taiwan kembali Kristina Wahyu Murniati/Suci Amita Dewi yang mendapat istirahat.Strategi ini ternyata membuahkan hasil yang sangat hebat, kita bisa mengalahkan Jepang secara telak dan hanya memerlukan 3 segmen. Semua ini terjadi karena kedua pasangan yang diturunkan tampil prima akibat kondisi fisik yang terjaga dengan baik karena mendapat istirahat yang cukup. Pengaturan kondisi fisik pemain harus menjadi prioritas utama karena hotel tempat menginap dan tempat pertandingan berbeda dan tidak mungkin ditempuh dengan jalan kaki jika ingin tetap fit. Satu hal yang juga saya coba terapkan untuk menjaga kondisi pemain, pasangan yang tidak diturunkan pada session pagi tidak perlu ikut ke tempat pertandingan. Mereka boleh menyusul sebelum session kedua dimulai sekaligus membantu mempersiapkan makan siang para pemain yang bertanding.Mari kita lihat beberapa papan ketika Indonesia berhadapan dengan Jepang di babak play-off.Kemenangan Indonesia sepertinya sudah diawali pada Captains’s Meeting sebelum pertandingan babak play-off. Ketika dilakukan undian, saya mendapat giliran pertama mencabut kartu dari setumpuk kartu. Kartu yang saya tarik ternyata D7 dan saya sudah merasa akan kalah. Ternyata ketika NPC Jepang mendapat giliran ia mencabut angka D6 dan saya menjadi pemenang. Keuntungan sebagai pemenang adalah mendapat giliran menjadi tuan rumah pada segmen pertama dan terakhir. Keuntungan sebagai tuan rumah adalah kesempatan memilih lawan yang akan dihadapi. Sebagai pihak yang kalah Jepang akan menjadi tuan rumah pada segmen kedua dan ketiga.Pada segmen pertama, Jepang sebagai tamu memasang pemain sebagai berikut di line-up:Utara-Selatan Natsuko Nishida – Midori SakamotoTimur-Barat Kyoko Shimamura-Kazuko BannoPemasangan pemain seperti ini jelas terlihat, NPC Jepang berharap pemain paling senior di tim mereka mampu meredam pasangan Joice Tueje/Lusje Bojoh yang selama pertandingan sering duduk di utara-selatan.Saya sebagai NPC jelas tidak mau hal ini terjadi, terutama setelah mempelajari dua kemenangan Indonesia atas Jepang di babak pendahuluan dan tentu saja tidak lupa masukan dari pemain terutama Lusje Bojoh yang menjadi langganan tim nasional dan sudah mengenal karakter sebagian besar pemain lawan.Saya mendudukan Lusje Bojoh/Joice Tueje di Timur – Barat dan Suci Amita Dewi/Kristina Wahyu Murniati di Utara-Selatan. Strategi ini ternyata berjalan dengan baik.Mari kita simak beberapa papan dimana Indonesia meraih kemenangan dalam pertarungan play-off yang hanya berlangsung 3 segmen dari rencana 4 segmen.. Segmen 12/US/T S K10652 HJ75 D J5 C KJ2S Q743 S 8H 9 H Q1032D A9643 D KQ872C 863 C Q107 S AJ9 H AK864 D 10 C A954Open RoomBarat Utara Timur SelatanKazuko Kristina Kyoko Suci Pass 1C1D 1H 2D 1SPass 3S Pass 4S// Closed RoomBarat Utara Timur SelatanJoice Natsuko Lusje Midori Pass 1HPass 2H Pass 2SPass 2NT Pass 3DPass 3H // Salah satu hasil dari penempatan pemain yang tepat. Untuk pasangan yang bermain sistim Precision kontrak game sudah pasti dicapai setelah selatan buka 1C strong. Hal ini akan berbeda dengan pasangan yang bermain sistim standart. Tawaran 1H dari Nana panggilan akrab Kristina Wahyu berarti 8 HCP dan 5 kartu spade. Response transfer yang digunakan pasangan ini sangat menguntungkan mereka karena kartu selatan tidak ketahuan. Terhadap kontrak 4S, barat lead normal H9 yang tentu saja sangat menguntungkan declarer. Declarer kemudian main HJ dan ambil dengan Ace ketika selatan main HQ. Declarer kemudian main SA dilanjutkan SJ untuk potong SQ dari barat. Ketika berhasil ia cabut semua trump kemudian potong H10 dari timur dan kontrak 4S bikin 6. Di closed room pasangan Jepang bermain kontrak 3H bikin 11 Imp buat Indonesia.3/TB/S S A96 H73 D 643 C KJ864S 7543 S K10H Q86 H KJ94D Q75 D K1098C 532 C AQ10 S QJ82 H A1052 D AJ2 C 97 Open RoomBarat Utara Timur SelatanKazuko Kristina Kyoko Suci 1NTPass Pass Dbl Pass2S Pass 2NT // Closed RoomBarat Utara Timur SelatanJoice Natsuko Lusje Midori 1DPass 1NT //Papan berikut juga menjadi masalah karena Suci panggilan akrab Suci Amita Dewi buka weak NT. Sulit buat Kyoko untuk tidak ikut bid dan kontrak 2NT mati 2. Di closed room tawaran lawan jelas memberikan informasi buat Lusi panggilan kesayangan Lusje Bojoh untuk tidak ikut bid karena lawan telah memiliki minimal kombinasi dari 22 HCP. Kontrak 1NT mati 1 dan kembali “double score” 5 Imp buat Indonesia.13/ALL/N S A1087 HKJ102 D AKQ C 95S KQJ5 S 93H AQ7654 H 98D 105 D 986C 2 C AKQ876 S 642 H 3 D J7432 C J1043Open RoomBarat Utara Timur SelatanKazuko Kristina Kyoko Suci 1C Pass 1DDbl // Closed RoomBarat Utara Timur SelatanJoice Natsuko Lusje Midori 1NT Dbl Pass2C //Kesalahan pada dua papan diatas ternyata mempengaruhi penampilan pasangan senior Jepang, Kyoko-Kazuko dan terjadilah salah pengertian pada papan ini. Kontrak 1D/X bikin plus 1 dan di closed room 2C juga bikin. Double dari Lusi berarti one suiter dan Ois biasa teman-teman memanggil Joice e harus bid 2C dan Lusi dengan senang menerimanya. 10 Imp lagi buat Indonesia.Selanjutnya pada session kedua ketika Indonesia yang giliran menjadi tamu maka Jepang bisa menjalankan rencananya dengan menemukan dua pasangan senior Lusje Bojoh/Joice Tueje dengan Kyoko Shimamura/Kazuko Banno. Kesalahan yang dilakukan NPC Jepang adalah menarik pasangan Midri Sakamoto/Natsuko Nishida yang bermain baik sepanjang turnamen. Ketika pasangan Lusje Bojoh/Joice Tueje mampu meredam lawannya dan pasangan Suci Amita Dewi/Kristina Wahyu mampu mengecoh lawannya jadilah kita menambah pundi-pundi kemenangan dengan 48-21 IMP dan memperbesar jarak kemenangan menjadi 87-30 IMP.
see more from Press Release
background menu
Puji syukur kita panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,karena atas rahmat dan karuniaNya, maka Bridge Masuk dalam salah satu cabang olahraga yang akan di pertandingkandalam Seagames XXVI di Palembang pada tanggal 11-25 November 2011
textlogo
Copyright © 2011. Special design for PB GABSIemail : admin@gabsi.or.id